172 Jam Keliling Jawa : Manusia Bus Hari 1

Ini adalah kisah perjalanan seratusan siswa sekolah menengah atas di Jakarta Timur yang hendak berlibur memanfaatkan momen sesudah Ujian Kenaikan Kelas sekaligus menunggu pembagian rapor dan libur akhir semester. Perjalanan yang sudah direncanakan berbulan-bulan dan sudah ditunggu-tunggu ini akhirnya datang juga. Penuh lika liku sampai akhirnya acara ini terselenggara. Akhirnya, 19-24 Juni waktu acara ini terselenggara.



Pagi hari, 19 Juni 2014 terdapat lima bus yang sudah parkir disekitar pool bus Primajasa sekaligus mulut jalan masuk ke SMA Negeri 14 Jakarta. Lima bus berlabel City Trans Utama ini yang akan mengangkut seratusan siswa+15 guru pergi menjelajah Jawa. Kenapa menjelajah Jawa? Sebab rute yang ditempuh adalah Surabaya-Madura, Malang, Bromo, Batu, Jogjakarta dan juga melintasi 3 provinsi. Surabaya-Madura terletak di utara Jawa, Malang, Bromo, dan Batu terletak di tengah Jawa, dan Jogjakarta berada di selatan Jawa. Total jarak yang ditempuh mencapai 1500-an kilometer. Balik lagi, lima bus itu sudah diatur sesuai dengan kelasnya masing-masing. 

Jam 7 pagi, semua bus ini akhirnya berangkat. Berangkat pergi meninggalkan ibukota Jakarta. Akhirnya, perjalanan panjang ini akan dimulai. Rute pertama yang ditempuh adalah jalur pantai utara (pantura) Jawa. Semuanya langsung masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Namanya juga Jakarta, aneh kalau lancar jalannya. Begitu masuk tol, kendaraan kita langsung terkena macet hingga Gerbang Tol Cikarang Utama. Selepas itu kendaraan mulai melaju normal. Di Rest Area KM 57, kendaraan kami berhenti sejenak. Yap, sekedar melemaskan otot-otot dan mengosongkan kandung kemih yang sudah penuh sepanjang perjalanan yang baru berjalan 1 jam. Tapi ada juga yang mencari makanan ringan untuk di perjalanan, sampai foto selfie bareng hahahaha.

Sekitar 1 jam istirahat, perjalanan kembali dilanjutkan. Manusia-manusia yang tadinya semangat nyanyi-nyanyi, sekarang mulai menguap. Yang sedari tadi ketawa-ketiwi, sekarang mulai merem-melek matanya. Ya, sebagian peserta mulai tertidur di jalan. Pas melewati jalanan rusak, semuanya bangun lagi hahahaha. Akhirnya 2 jam perjalanan lewat, sampai juga di Jalur Pantura, jalur yang ramai dibicarakan setiap jelang lebaran. Perjalanan di pantura sudah bisa diprediksi. Yap, macet. Maklum jelang lebaran, jalanan diperbaiki semuanya. Sekiranya jam 12, bus kami semua melipir di Rumah Makan Pringsewu, Indramayu. Waktu makan siang dan sholat telah tiba, semua peserta langsung mengambil posisi masing-masing. Sekitar satu jam istirahat, semua masuk lagi ke bus dan perjalanan lanjut lagi.

Jam setengah lima sore, semua bus sudah tiba di Jalan Tol Palimanan-Kanci. Kita sempat istirahat sejenak di salah satu rest area disana. Sekitar 20 menitan, bus lanjut jalan masuk ke Tol Kanci-Pejagan dan akhirnya tiba di Jawa Tengah. Perjalanan di Jawa Tengah ternyata sama saja. Perbaikan jalan dimana-mana, walhasil macet pun terjadi berjam-jam. Mulai dari Brebes sampai jelang Alas Roban. Sekitar jam 12 malam, kendaraan kami semua telah tiba di Batang, Jawa Tengah. Mata sudah mulai meredup, semangat mulai luntur, ganti dengan lelah dan letih yang menjalar ke semua tubuh diiringi dinginnya AC bus. Semua peserta mulai tertidur hingga suara di bus mulai sunyi dan senyap. Perjalanan malam di bus pertama.


Ohiya, belum makan malam.




----------------------------------------------------------------------------



“Sebuah perjalanan, seribu kenangan, berjuta pengalaman” –@HamdiMK20

Homey! Thanks 14'15 buat 6hari 5malemnya!” –@Miaaaww

"Terima kasih 14'46 untuk 6hari 5malamnyaa! Unforgettable moment” –@maryameii


“Harus selalu bisa ambil pelajaran dari setiap kejadian. Secuil pelajaran dari 6 hari kemaren adalah bersyukur dan bersabar” -@ErvidaA

Bersatu Dukung Prabowo-Hatta!

Assalammualaikum Wr. Wb

sumber: @wotta_ID
          Sebagai admin Fauzan Bercerita, gue sudah menentukan siapa yang gue dukung dan pilih untuk Pemilihan Presiden Republik Indonesia, 9 Juli nanti. Untuk Pilpres 2014 nanti, gue mendukung pasangan nomor urut satu

H. PRABOWO SUBIANTO – Ir. H. M. HATTA RAJASA

          Gue mau mengajak semua pembaca untuk ikut bergabung untuk mendukung dan bagi yang punya hak pilih untuk memilih pasangan PRABOWO-HATTA. Banyak yang telah ikut bergabung untuk mendukung pasangan ini pada Pilpres 2014 nanti. 
                       
  • Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, mantan Ketua MK
  • Marzuki Alie, Ketua DPR RI
  • Pramono Edhie Wibowo, mantan KASAD
  • KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU
  • Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI
  • Habib Muchsin Alatas, Ketua Umum FPI
  • Habib Rizieq Syihab, mantan Ketua Umum FPI
  • H. Rhoma Irama, artis
  • Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC
  • Sandiaga S Uno, ekonom
  • La Nyalla Mattalitti, wakil Ketua Umum PSSI
  • George Toisutta, mantan KSAD
  • Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan Panglima TNI
  • Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, mantan Panglima TNI
  • Rachmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno
  • Ki Manteb Sudharsono, dalang dan budayawan
  • Didi Kempot, penyanyi dan budayawan
  • Biem Benjamin, politisi dan putra Benyamin Sueb
  • KH Abdullah Gymnastiar, ustadz
    sumber: @merahputihsatu
  • H.M. Arifin Ilham, ustadz
  • Ir. Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta
  • H. Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Ridwan Kamil, Wali kota Bandung
  • Dede Yusuf, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Ahmad Dhani, musisi
  • Anang Hermansyah, musisi
  • Rachel Maryam, anggota DPR RI
  • Komeng, seniman
  • Jaja Miharja, seniman
  • Camelia Malik, artis senior

Selain itu, PRABOWO – HATTA juga di dukung oleh beberapa organisasi dan kelompok masyarakat, diantaranya:

  • Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
  • Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
  • Front Pembela Islam
  • Majelis Dzikir Nurul Musthofa
  • Majelis Dzikir SBY Nurussalam
  • Badan Kontak Majelis Taklim
  • Forum Komunikasi Anak Betawi
  • Forum Betawi Rempug
  • Pemuda Pancasila
  • Forum Masyarakat Madura Betawi
  • Forum Pemuda Muslim Maluku
  • Kontak Tani Nelayan Indonesia
  • Himpunan Kerukunan Tani Indonesia
  • Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia
  • Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI Polri
  •   Fraksi Partai Demokrat DPR RI
  •   Komunitas Cinta Padang
  •   Komunitas Ibu Rumah Tangga Peduli Bangsa Jawa Barat
  •   Aliansi Mahasiswa Jogjakarta
  •   Surya Madani Indonesia
  •   Laskar Hary Tanoesoedibjo
  •   Pemuda Panca Marga
  •   Persatuan Artis Melayu Indonesia
  •   Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia
  •   Forum Aktivis ‘98
  •   Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia

Dan masih banyak lagi. Total sudah ada 600 ormas yang mendukung PRABOWO-HATTA
sumber: @merahputihsatu

Mereka semua bersatu mendukung PRABOWO-HATTA. Bagaimana dengan Anda? Mari bersatu wujudkan Indonesia Bangkit bersama PRABOWO-HATTA.

JANGAN LUPA!!!

RABU, 9 JULI 2014

sumber: @merahputihsatu


COBLOS NOMOR SATU, GARUDA MERAH

H. PRABOWO SUBIANTO

dan


Ir. H. MUHAMMAD HATTA RAJASA



Wassalammualaikum Wr. Wb 

Ramadhan 1435 Is Coming

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan:


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SHAUM
RAMADHAN 1435 HIJRIAH

Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan karunianya kepada kita semua.
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai pemenang di Hari Raya nanti.


Selain itu, semoga momentum Pemilihan Presiden nanti dapat berjalan dengan sukses, lancar, serta demokratis dan dapat menghasilkan pemimpin bangsa yang amanah, merakyat, melayani dan mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur



Sekian

Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

3000 Kilometer Part 6

           Assalammualaikum semuanya. Wah kembali lagi kita disini, di blog kebanggaan gue sendiri hehehe Fauzan Bercerita yang sudah berusia 5 tahun, yay!. Nah, ini masih dari serial 3000 Kilometer lagi nih. Sekarang udah masuk bagian keenam. Sekali lagi terimakasih sama semuanya yang udah baca dari bagian pertama sampai kelima, semoga menghibur dan menginspirasi ya. Nah penasaran sama bagian keenam? Bagian dimana gue dan keluarga harus meninggalkan Bali untuk kembali ke Jakarta. Well, check this out!

Rute yang Ditempuh dari Bali ke Situbondo

              Setelah hampir seminggu keliling Bali, akhirnya kita sekeluarga memutuskan untuk balik ke Jakarta lagi. Mungkin pada nanya, kenapa gak habis tahun baru aja? Karena ibu pengen tahun baru-an di Jakarta sambil dzikir di Masjid Agung At Tin. Simple. Yasudah karena itulah kita akhirnya balik lagi ke Jakarta. Kita bangun pagi-pagi sangat karena mau prepare balik ke Jakarta. Setelah rapi, kita langsung dah tuh berangkat. Kemana? Ke Sukowati. Lah ngapain? Ternyata oleh-olehnya kurang (maklum ibu-ibu). Walhasil kita kembali ngudak-ngudak Sukowati untuk beli sejumlah barang untuk dibawa pulang ke Jakarta. Kira-kira jam 10, kita langsung pergi dari Sukowati dan balik pulang ke Jakarta.

              Pas adzan Dzuhur berkumandang kendaraan Toyota Kijang ini sampai di SPBU di Tabanan, Bali. Mobil ini kudu minum premium dulu sebelum lanjut jalan lagi. Sekalian aja kita sekeluarga makan siang dan sholat Dzuhur Ashar di jama’ qashar supaya nanti dijalan tidak usah mampir-mampir lagi. Perjalanan pulang lumayan lancar dan tidak ada kemacetan yang menghadang. Sesekali dijalan kami melihat serombongan umat Hindu tengah melakukan ibadah di pura. Mulai masuk Jembrana, komunitas muslim sudah mulai terlihat dengan adanya masjid-masjid dan lantunan-lantunan Al Qur’an sepanjang jalan. Belum lagi anak-anak yang nampaknya baru pulang dari pengajian.

              Awan gelap mulai mewarnai langit ketika kita sudah masuk Taman Nasional Bali Barat yang itu tandanya sudah semakin dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk. Niatannya sih mau nyebrang pas matahari masih ada, soalnya pas kemarin nyebrang ke Bali sudah tengah malam. Ya, mau liat kaya gimana sih Selat Bali itu. Apa mau dikata, pas sampai sana pas banget adzan Maghrib waktu Bali. Keadaan di pelabuhan sore itu nggak rame-rame banget dan mobil kita sendiri tidak perlu nunggu lama untuk masuk kapal. Jadi inget tanggal 25 Desember dini hari pas kita keluar kapal dari pelabuhan ini, dan sekarang 28 Desember kita masuk ke kapal untuk nyebrang lagi ke pulau terpadat di Indonesia, Jawa.

              Penyeberangan ini cuma menghabiskan waktu sekitar 30 – 60 menit. Tapi secara waktu nggak berubah, jamnya dikurangin 1 hehehe. Sampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi muncul rasa kangen sama Jawa (lebay). Suasana Jawa yang ramai dan penuh lampu langsung menyambut kita yang baru keluar dari kapal. Belum terlalu jauh dari pelabuhan, udah ketemu pasar malam. Karena udah lapar belum makan, perjalanan jadi nggak fokus. Soalnya sambil lirak-lirik kanan-kiri cari tukang nasi goreng. Ohiya, ini sudah di pantura lagi!. Setelah berjuang mencari tukang nasi goreng, akhirnya kita berhasil menemukannya. Kita makan nasi goreng di Situbondo. Untuk info aja, nasi gorengnya enak loh.

              Nah segitu dulu perjalanan kembalinya. Masih panjang perjalanan pulang sampai Jakarta. Eits, kita nggak langsung pulang ke Jakarta tapi mau dolanan ke Malang dulu. Kemana saja kita main di Malang dan ngapain aja? Makanya tunggu bagian ketujuh dari 3000 Kilometer ini ya. Terimakasih sudah liat dari bagian pertama sampai keenam ini ya. Bye!

Selamatkan Indonesia bersama PRABOWO-HATTA

Halo semuanya….
Kembali lagi di blog kesayangan ini hehehe…



Well, sebentar lagi kan kita bakal menyambut pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014. Pilpres tahun ini kan diikuti sama dua pasangan calon. Semuanya sudah tahu kan siapa yang gue dukung? Ya, pilpres 2014 kali ini gue dukung PRABOWO – HATTA. Mungkin readers bertanya-tanya, kenapa gue dukung Prabowo? Nih gue bakal kasih visi-misi PRABOWO – HATTA buat kalian semua. Semoga pilihan kalian sama nantinya kaya pilihan gue.

VISI
Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta bermartabat

                        MISI
I.  Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman, dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45
II. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi
III.    Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif, dan terampil

Nah, program kerja apa aja yang bakal diwujudkan sama pasangan Merah Putih ini? Nah, ini ada beberapa program kerja andalan PRABOWO – HATTA ketika menjabat nanti!

·         Peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia
·         Membuka 2 juta lapangan pekerjaan baru per tahun
·         Membangun dan mengembangan industri nasional khususnya transportasi
·         Melaksanakan reformasi perpajakan
·         Mengurangi pinjaman luar negeri dan mengelola utang pemerintah
·         Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan/keuangan syariah
·         Mendirikan Bank Tani dan Nelayan
·         Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh
·         Mengalokasikan APBN 1 milyar rupiah per desa per tahun
·         Mendirikan lembaga tabung Haji
·         Mencetak 2 juta hektar lahan baru
·         Mengurangi subsidi BBM khusus terhadap orang kaya
·         Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya Negara
·         Meningkatkan martabat dan kesejahteraan tenaga pendidik
·         Menjamin kesehatan gratis bagi rakyat miskin
·         Membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkoba
·         Mengembangkan rumah sakit modern tiap kota/kabupaten, memberikan jaminan sosial bagi fakir miskin, penyandang cacat, dan rakyat telantar
·         Menyediakan susu untuk anak-anak miskin di sekolah
·         Meningkatkan prestasi olahraga nasional
·         Membangun 3000 kilometer jalan nasional baru, dan 4000 kilometer rel kereta api
·         Memulai proses perencanaan pemindahan Ibukota
·         Menyediakan perumahan bagi 15 juta rakyat yang belum memiliki rumah
·         Mereboisasi 77 juta hektar hutan yang rusak
·         Melindungi rakyat dari diskriminasi
·         Menciptakan kepastian dan penegakkan hukum kepada seluruh rakyat Indonesia
·         Memberantas korupsi dan memperkuat KPK
·         Meningkatkan kesejahteraan TNI/Polri, PNS, veteran, dan pensiunan
·         Menempatkan 30% perempuan dalam jabatan menteri/setingkat menteri


Nah itulah kenapa yang buat gue mantap dukung PRABOWO – HATTA di Pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti. Semoga yang masih bingung mau pilih siapa, bisa dapat pencerahan untuk ikut milih PRABOWO – HATTA 9 Juli nanti. Insya Allah, pasangan ini mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik.

Jadi, sudah yakin dan mantap kan untuk memilih


H. PRABOWO SUBIANTO
Ir. H. MUHAMMAD HATTA RAJASA
           


Baiklah, kalau masih mau tahu apa selengkapnya dari visi-misi PRABOWO – HATTA, silahkan buka selamatkanindonesia.com. Semoga semua pembaca dapat memilih calon pemimpin bangsa yang tepat dan bukan berdasar pencitraan semata. 
Jangan lupa, 9 Juli 2014 hari Rabu. COBLOS NOMOR SATU GARUDA MERAH, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa!




Kunjungi:

SATU


SATU Nusa

SATU Bangsa

SATU Bahasa

berbangsa yang SATU, Bangsa Indonesia
                                     
bertumpah darah yang SATU, Tanah Air Indonesia

menjunjung bahasa perSATUan, bahasa Indonesia

berSATU kita Teguh, bercerai kita runtuh

sambung menyambung menjadi SATU, itulah IndONEsia

SATU hati

SATU jiwa

SATU niat

SATU tekad

SATU keyakinan

SATU semangat

SATU harapan

SATU INDONESIAKU

SATU itu......






PRABOWO SUBIANTO – HATTA RAJASA


Tegas, Berani, Visioner, dan Berkharisma


3000 Kilometer Part 5

                Halo semuanya. Kembali lagi di serial 3000 Kilometer. Sekarang masuk ke bagian kelima. Wah sudah kelima rupanya. Buat yang belum tau apa 3000 kilometer atau belum ngikutin cerita bersambung ini, monggo dibaca bagian-bagian sebelumnya. Untuk yang sudah baca terimakasih banyak ya. Buat yang belum mending pada baca (lah kok maksa). Well, lanjut saja lah.



              Edisi kelima ini menceritakan perjalanan di Bali hari ketiga loh. 27 Desember 2013 lebih tepatnya. Seperti biasa yang namanya liburan emang paling enak menikmati waktu-waktu yang ada, termasuk waktu tidur. Niatan jalan-jalan dari pagi, nyatanya kudu molor gara-gara nunggu orang molor bangun hehehe. Nah kegiatan hari ini dimulai dengan mengunjungi sebuah tempat wisata yang cukup ngehits banget di Bali. Nah, Garuda Wisnu Kencana alias GWK. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini letaknya di Badung, Bali dan menjadi salah satu objek wisata favorit di Bali.


Sang Dewa Wisnu
              GWK adalah sebuah taman wisata yang direncanakan akan didirikan sebuah maskot Bali yakni patung Dewa Wisnu yang menunggangi garuda setinggi 12 meter. Kalau sudah jadi, ini akan jadi patung terbesar dan tertinggi di Dunia bahkan mampu mengalahkan Patung Liberty di Amerika loh. Menurut info dari Wikipedia, area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini berada di ketinggian 146 meter diatas tanah atau 263 meter diatas permukaan laut. Ohiya, patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan karya pematung Bali yang bernama I Nyoman Nuarta. Uniknya, patung-patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4000 ton dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Semua patung itu dibuat di Bandung dan kemudian diangkut ke Bali. Patung ini nantinya dapat dilihat dari jarak 20 kilometer yang meliputi Kuta, Sanur, Nusa Dua, bahkan Tanah Lot.


Ruang Amphitheatre GWK

Garuda Indonesia landing di Ngurah Rai
              Jadi, kita sekeluarga memutuskan untuk menikmati penampilan tari-tarian khas Bali yang ditampilkan di ruang Amphitheatre. Tepat jam 11 siang penampilan dimulai. Tari-tarian yang ditampilkan salah satunya tari Barong. Selepas asik melihat tari disana, langsung lah menuju Wisnu Plaza. Ditempat ini bernaung sang Dewa Wisnu yang masih belum utuh. Dari sini pemandangan yang bisa dinikmati itu banyak dan indah banget. Kalian bisa melihat gugusan pantai Kuta, jalan tol Bali Mandara, bahkan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai berikut pesawat yang mendarat dan terbang. Pokoknya pemandangannya keren dan terlihat penuh.

              Semakin siang, matahari semakin terik. Akhirnya perjalanan di GWK kita akhiri. Lagi-lagi hasrat belanja saat liburan sangat tinggi ditambah ternyata ada saudara yang punya usaha di Pasar Seni Sukowati. Pasar ini letaknya di selatan Gianyar ya sekitar satu jam lah dari Denpasar. Di pasar ini segala macam buah tangan dijual, mulai dari kain khas Bali, iket kepala Bali, baju-baju khas Bali, sampai replika bangunan-bangunan di Bali. Pasar ini bersifat pasar tradisional yang berarti bisa ditawar. Nah, satu hal yang harus diperhatikan adalah kalau kita mau belanja disana, harus pintar-pintar menawar. Kalau enggak, wah kalian bisa terjebak dengan harga yang mahal. Saran dari tante yang tinggal disana, kalau memang punya saudara yang tinggal di Bali ajak sekalian. Yaa itung-itung bantu nawar harga lah.

Pemandangan dari GWK

              Tidak terasa belanja disana sampai sekitar 2-3 jam. Hasilnya? Berbagai kantong plastik beraneka warna dan isi berhasil kita boyong. Tentunya, dengan harga nego bahkan gratisan hehehehe. Karena belum shalat Ashar dan Dzuhur, kita langsung ke rumah saudara yang letaknya tidak jauh dari pasar Sukowati. Sampai disana, kita langsung istirahat, sholat, dan makan. Sebuah pelajaran tentang toleransi gue dapetin disana. Saudara gue ini seorang muslim, tinggal dan bekerja di lingkungan Hindu (bahkan mereka mengontrak di sebuah rumah yang pemiliknya seorang Hindu sampai-sampai ada tempat sembahyang di halaman belakang rumahnya), punya usaha di pasar Sukowati dan karyawannya adalah orang Nusa Tenggara Timur beragama kristen. Tapi, semuanya akur. Bahkan om dan tante gue ini mempersilahkan karyawannya ini untuk libur natal. Pelajaran mahal buat orang-orang Jakarta nih.

              Kita sekeluarga kemudian sholat Maghrib dulu disana baru kemudian kembali lagi ke hotel. Ya kita kembali lagi ke Denpasar. Perjalanan malam terasa lancar diiringi sorot lampu jalanan. Setibanya di hotel, kami semua langsung istirahat, sholat Isya dan makan malam. Menu makan malamnya masih sama, nasi padang. Malam itu ibu minta semuanya tidur lebih cepat karena besok kita sudah harus kembali. Tapi karena ada Coldplay di NET, gue memilih begadang hehehe. Mata udah ngantuk, akhirnya gue tidur menyusul yang lain yang mungkin sudah mimpi kemana tau.

            Nah itu dia perjalanan di Bali hari ketiga. 3000 Kilometer bagian keenam akan menceritakan perjalanan kembali kita dari Bali nih. Penasaran? Tetap tunggu kelanjutannya disini, di Fauzan Bercerita! Terimakasih yang sudah ngikutin dari bagian pertama sampai kelima ini. sampai ketemu lagi, Bye!

3000 Kilometer Part 4

              Hai pembaca semuanya! Ketemu lagi di Fauzan Bercerita. Sebelumnya terimakasih sudah baca blog ini hehehe. Ohiya, ini tahun kelima Fauzan Bercerita lahir. Alhamdulillah, masih produktif sampai tahun kelima. Sekarang kita lanjut lagi cerita 3000 kilometer nih. Sekarang sudah masuk part keempat. Sudah baca kan edisi pertama sampai ketiga? Mau tahu kelanjutannya gimana? Yaudah, lanjut saja lah edisi keempat ini. Check This Out!




Pulau Penyu
           26 Desember, tepat 9 tahun Tsunami Aceh kita sekeluarga lanjut menikmati pesona Bali Selatan. Kita langsung ke Nusa Dua lewat jalan tol Bali Mandara. Sekitaran jam 11 siang, kita sudah sampai di Nusa Dua. Nah disana kita ikutan paket tur ke pulau penyu. Pulau penyu ya sudah pasti isinya penyu. Nah disana ada sebuah peternakan sekaligus konservasi berbagai jenis penyu. Penyu-penyu disana diletakkan di kolam-kolam yang dipisahin berdasar ukuran dan juga jenis penyunya. Wah ternyata pulaunya ramai banget. Tidak cuma penyu, ada berbagai unggas, mamalia, sampai reptil loh. Selain itu pantainya juga berpasih putih. Tapi, siap-siap untuk bawa topi dan air minum. Bah, panasnya.

Koleksi penyu di Pulau Penyu
            
                Selesai nikmatin pulau penyu, kita langsung dibawa ke tengah laut untuk memberi makan ikan. Nah ini macam gugusan karang yang disana banyak banget ikan-ikan beragam warna. Kita diberi roti untuk makanan ikan. Sayang, ikannya kurang tertarik sama rotinya walhasil banyak sampah roti mengambang di laut. Hm.. pencemaran jadinya. Setelah sekitar 15 menitan, kita langsung balik lagi ke tepian untuk lanjut perjalanan lagi ke destinasi-destinasi yang lain di wilayah Bali Selatan.

Pusat Peribadatan Puja Mandala
            Setelah dari Nusa Dua, kita langsung pergi lagi ke Pandai Pandawa. Eits, sebelumnya kita mampir dulu di sebuah pusat peribadatan. Pernah ke Taman Mini? Nah disana beberapa tempat ibadah sengaja dibangun berdekatan. Ternyata, di Nusa Dua pun ada. Disana ada Pusat Peribadatan Puja Mandala. Ada 5 tempat ibadah disana untuk penganut lima agama. Ada Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Dua, dan Pura Jagatnatha. Subhanallah, ternyata persatuan dan kerukunan terjaga banget disini. Jadi ingat kutipan yang ditulis di buku The Naked Traveler yang juga kutipan dari lagunya Michael Franti yaitu “God is too big for just one religion”.

            Setelah disana kita sholat dan istirahat. Kita langsung lagi jalan ke Pantai Pandawa. Ada yang tahu? Menurut info, pantai ini masih terbilang baru dikenal wisatawan. Akses jalan kesananya pun masih kecil dan sering macet kalau papasan dengan kendaraan besar, macam bus atau truk. Pantai Pandawa ini letaknya di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali. Pantai ini menarik soalnya kita harus “membelah” perbukitan kapur dulu. Karena itu, pantai ini juga disebut pantai rahasia (secret beach). Tapi birunya laut selatan Bali yang juga Samudera Hindia ini dijamin cakep banget lah. Tidak cuma itu, di permukaan dinding kapur ada lima pahatan patung Pandawa lima yaitu Yudhistira, Bima, Nakula, Sadewa, dan Arjuna.


Pantai Pandawa

            Selepas dari sana, kita langsung ke Pura Luhur Uluwatu. Pura ini terletak di Desa Pecatu, Badung, Bali. Menurut info dari wikipedia, pura ini  adalah Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Pura Luhur Uluwatu
                Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.

            Ohiya, semua pengunjung disana wajib menaati sejumlah peraturan seperti menggunakan kain yang diikat di pinggang, dan tidak diperkenankan wanita yang sedang haid untuk masuk ke pura luhur. Kita sekeluarga disana menikmati jelang-jelang terbenamnya matahari. Walaupun tidak sampai melihat sunset alias matahari terbenam karena kita masih ada tujuan wisata lainnya. Apalagi kalau bukan wisata belanja. Omong-omong wisata belanja, kita memilih sebuah toko oleh-oleh terkenal di Bali. Yup, Krisna. Toko oleh-oleh yang satu ini letaknya tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Toko oleh-oleh ini buka 24 jam dan menawarkan pernak pernik khas Bali. Mulai dari makanan, suvenir, kain, sampai baju yang tentunya semua khas Bali. Harganya bervariasi, mulai dari yang murah sampai yang mahal pun ada. Ohiya, siap-siap untuk ditempel ya tubuh anda oleh stiker. Stiker ini “ditempel” oleh karyawan Krisna untuk menunjukkan Anda pengunjung keberapa hari ini.

            Selepas seharian kami keliling Bali. Tiba saatnya kembali ke hotel dan beristirahat. Sesampainya di hotel ternyata Ibu dan Ayah masih kepingin jalan-jalan di seputaran pantai Kuta. Karena berhubung gue sudah lelah, gue memilih istirahat di hotel selagi yang lainnya jalan-jalan. Perjalanan hari kedua di Bali pun selesai. Bagaimana di hari ketiga? Tunggu saja di edisi kelima. Terimakasih sudah mau membaca. Bye!