DIRGAHAYU KE-69 REPUBLIK INDONESIA

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua
Salam MERDEKA!

Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan:


DIRGAHAYU KE-69 TAHUN
PROKLAMASI KEMERDEKAAN
REPUBLIK INDONESIA




DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945,
KITA DUKUNG SUKSESI KEPEMIMPINAN NASIONAL HASIL PEMILU 2014 DEMI KELANJUTAN PEMBANGUNAN MENUJU INDONESIA YANG MAKIN MAJU DAN SEJAHTERA



Sekian
Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

MERDEKA!!!

172 Jam Keliling Jawa : Manusia Bus Masuk Hotel

Kembali lagi nih. Yasudah kita lanjutkan saja ceritanya. Cerita terakhir adalah pas kita akhirnya sampai di Jembatan Suramadu. Ya, selepas dari nyebrangin Suramadu yang panjangnya 5 kilometer itu kita langsung jalan lagi. Ya maklum tujuan utama dari acara ini belum kesampaian. Jadi kita masih harus menempuh perjalanan lagi yang kira-kira sekitar 3 sampai 4 jam lagi dari Surabaya. Ternyata namanya kota besar, macet itu pasti selalu ada. Kita sempat kena macet sebelum masuk tol Surabaya-Gempol. Tapi selepas kita sampai di tol, keadaan jalanan mulai membaik. Di sepanjang jalan, situasi di bus ramai. Playlist di bus di setel, semuanya nyanyi-nyanyi, tapi ada juga yang asik ngobrol dan tidur *lirik Kiky*. Di sepanjang jalan, banyak view yang kita lewati. Seperti Masjid Nasional Al Akbar, masjid kebanggaannya Surabaya bahkan Jawa Timur. Lumpur Lapindo yang selama ini sebagian dari kita mungkin cuma lihat di televisi, akhirnya bisa ngelihat (tanggul) lumpur lapindo secara langsung hahahaha.

Sebenernya sih nggak tahu gimana kondisi di bus lain, tapi kadang pas papasan kondisi di bus lain nggak jauh beda. Ada yang enjoy sama teman sebangkunya, sampai enjoy melanglang buana di alam mimpinya. Tapi sebagian besar sih keliatan senang-senang dengan perjalanannya. Sebenarnya matahari sudah makin melipir mau terbenam, tapi kita belum makan siang. Ya lumayan berasa ya belum makan dari pagi tadi. Nah akhirnya kita serombongan sampai juga di RM Gempol Asri di wilayah Gempol, Sidoarjo (ralat kalau salah). Jam makan siang akhirnya tiba juga. Tapi karena mood makan belum ada, gue memilih sholat dulu baru makan. Pas kelar sholat, kacamata gue patah trus kacanya copot, yaudahlah. Singkatnya, kita semua pada makan deh disitu. Selesai makan, ternyata kita masih nunggu segala macemnya sebelum lanjut jalan lagi ke Malang. Nah, waktu itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk foto bareng. Mulai foto selfie sampai foto berjamaah pokoknya. Sekitaran nunggu satu jam, kita lanjut lagi jalan.

Tujuan kita seharusnya adalah Masjid Cheng Ho di Pandaan, Malang. Tapi karena satu, dua, tiga hal dan kondisi yang agaknya udah mulai malam akhirnya kita membatalkan tujuan itu. Tapi ditengah jalan, kita sempet dikasih tahu letak itu masjid. Kalau dari arah Surabaya, letaknya disebelah kanan jalan. Ya pokoknya intinya maghrib kita baru sampai di kota Malangnya, eh iya apa nggak ya. Ya pokoknya perjalanannya masih belum berakhir juga, padahal rasa capek dan hasrat untuk begini-begitu udah tidak tertahankan lagi. Akhirnya, sekitaran jam 7 kita sampai juga di hotel. Btw, ada 2 hotel yang disiapin karena jumlah pesertanya yang banyak gitudeh. Sempat ada masalah sedikit soal kamar, tapi yaudah akhirnya semua makan malam. Selepas makan malam, kita langsung buru-buru tidur karena besok amat pagi kita udah harus bangun untuk siap-siap hiking di Bromo. Ya, Bromo! Destinasi yang kita tunggu dari awal berangkat. Sesuai perintah ibunda, persiapan untuk daki besok gue siapin dulu sebelum tidur. Ohiya, gue tidur sama Raihan, Kiky, Yosef, dan Apid. Ya, kapan lagi sekamar sama ketua OSIS kan?

Suara rame di luar kamar berhasil membangunkan gue. Ternyata sudah ada Faza dan Anita diluar kamar dengan ekspresi sebel. Sebenernya sebelumnya udah bangun gara-gara alarm dan Kiky yang tidak tidur. Tapi ternyata ekspresi gue dan Raihan (bangunnya bareng) sama sama datar nanggapin semua itu. Baru pas warga diluar ramai, kita akhirnya bergegas dan segera pergi dari kamar. TERNYATA, para kaum hawa sudah bersiap di depan hotel untuk segera naik ke bus. Btw, bangun tidur gue menggigil karena suhu kamarnya dingin walhasil gue melumpiakan diri gue dengan segala pakaian. Akhirnya semua rombongan pergi menuju busnya masing-masing untuk segera berangkat ke Bromo. Dengan kondisi mata yang masih rada 3-5 watt dan anginnya yang semilir itu kita menunggu di dalam bus sampai akhirnya bus jalan juga. Dan….. saatnya Bromo!

----------------------------------------------------------------------------

“Paling the best itu suramadu doang emang” – @salmadcl

“Terimakasih 6 hari 5 malamnya 14’46!” – @krissyntP

“Akhirnya selesai juga jadi manusia bis :’) Alhamdulillah.” – @niadityamt

“touchdown at home… thanks a lot buat 14’46 dan juga anak” bis 2 huhuhu sebuah kenangan yg indah..”@A_jin_iprit

172 Jam Keliling Jawa : 30 Jam untuk 30 Menit

Kita sambung lagi cerita sebelumnya. Jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam saat semua bus tiba di RM Jawa Timur di Kendal, Jawa Tengah. Iya, kita mau makan malam. Makan yang kelewat malam sebenarnya. Setibanya disana, semua peserta langsung makan malam, istirahat, dan sholat. Sekitar 30 menit istirahat, semua rombongan langsung masuk lagi kedalam bus dan melanjutkan perjalanan memasuki kota Semarang. Kondisi di bus ramai sejenak selepas makan malam, namun lama kelamaan kondisi di bus mulai sepi kembali. Ada yang tidur di bus, tapi ada juga yang menonton streaming Piala Dunia. Karena gue tidur, gue tidak tahu apa yang terjadi kemudian di bus.

Tidak terasa, fajar menyongsong saat bus tiba di Rembang, kabupaten terakhir di Jawa Tengah sebelum memasuki Jawa Timur. Sekitar jam 6 pagi, semua kendaraan berhenti di beberapa masjid untuk menunaikan sholat Subuh. Selepas sholat Subuh seluruh kendaraan kembali bergerak melanjutkan perjalanan yang katanya masih panjang. Tak berapa lama, ternyata kita sudah menyeberang ke provinsi Jawa Timur. Eh ternyata di batas provinsi itulah, rumah makan untuk kita sarapan dan bersih-bersih berada. Setiba di rumah makan, semuanya langsung mengambil antrian untuk makan tapi ada juga yang langsung mandi atau sekedar sikat gigi dan cuci muka. Gue langsung ambil posisi untuk sarapan karena udah nggak ada antrian lagi. Karena gue risih kalau nggak mandi dan ternyata kamar mandinya lumayan bagus, gue memutuskan untuk mandi. Sekitar 1 jam berhenti, semua bus langsung jalan lagi ke Surabaya.

Ternyata untuk mencapai ke Surabaya memakan waktu yang nggak sebentar. Jalannya yang sempit, banyaknya kendaraan besar yang lewat, sampai perbaikan jalan menghambat perjalanan ke ibukota Jawa Timur ini. Situasi di bus di awal perjalanan masih ramai, soalnya semua masih semangat walaupun sadar kalau perjalanan masih jauh. Sekitar jam 11, kita istirahat sejenak di sebuah SPBU di Lamongan, Jawa Timur. Selepas istirahat, kita lanjut lagi perjalanan yang tinggal sebentar lagi ke Surabaya. Ternyata, nggak jauh dari tempat berhenti tadi, itulah akses masuk jalan tol ke pusat kota Surabaya. Namanya juga ibukota, ya jalanan macet mah udah biasa. Adzan Dzuhur dan jamaah sholat Jumat menyambut kita di kota Surabaya. Yap akhirnya kita tiba juga di Surabaya, tujuan pertama yang dinanti-nantikan dari awal berangkat. Muter-muter kota Surabaya sekitar satu jam, akhirnya tujuan pertama hadir didepan mata. Jembatan Nasional Suramadu. Jembatan atas laut terpanjang di Indonesia yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura.

Sekitar 15 menit kita nyeberang, tibalah di Pulau Madura. Pulau yang terkenal dengan lomba Karapan Sapinya ini. Disana kita cuma sekedar melihat-lihat toko oleh-oleh yang berjejer sepanjang keluaran jembatan Suramadu. Beberapa ada yang belanja, ada yang cari makanan ringan, pergi ke toilet, selebihnya santai-santai menunggu bus jalan lagi. Setelah semuanya selesai, perjalanan kembali dilanjutkan ke kota Batu dengan kembali memutar dan melintasi lagi Suramadu. Komentar pun sesaat bermunculan di bus.

“Jadi, 30 jam untuk 30 menit”


----------------------------------------------------------------------------

“6 hari-5 malam luar biasa! Terima kasih telah menjadi salah satu memori yang indah 14'46! #studytour46” –@alfnmk

makasihhh studytournya 14'46 dan khusunyaaa screnation&bis 2! you guys are irreplaceable” –@anggieatys

Akhirnya sampe,terimakasih 14'46” @nadanrjnh

“6hr5mlm thanks 14'46!” -@wildannky

Selamat Idul Fitri 1435 H

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Salam Sejahtera bagi Kita semua

Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1435 HIJRIAH

Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Semoga segala ibadah Ramadhan kita diterima dan mendapat balasan dari Allah SWT
Dengan momentum Idul Fitri ini, saatnya kita kembali perkuat ukhuwah kebersamaan diantara kita semua guna terciptanya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dengan momentum Idul Fitri pula lah, saatnya kita melupakan segala perbedaan dan perselisihan akibat Pemilihan Umum 2014 selama ini. Saatnya kita kembali menjadi bagian dari Bangsa ini untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan pemimpin-pemimpin baru agar terciptanya Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur


Sekian

Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

172 Jam Keliling Jawa : Manusia Bus Hari 1

Ini adalah kisah perjalanan seratusan siswa sekolah menengah atas di Jakarta Timur yang hendak berlibur memanfaatkan momen sesudah Ujian Kenaikan Kelas sekaligus menunggu pembagian rapor dan libur akhir semester. Perjalanan yang sudah direncanakan berbulan-bulan dan sudah ditunggu-tunggu ini akhirnya datang juga. Penuh lika liku sampai akhirnya acara ini terselenggara. Akhirnya, 19-24 Juni waktu acara ini terselenggara.



Pagi hari, 19 Juni 2014 terdapat lima bus yang sudah parkir disekitar pool bus Primajasa sekaligus mulut jalan masuk ke SMA Negeri 14 Jakarta. Lima bus berlabel City Trans Utama ini yang akan mengangkut seratusan siswa+15 guru pergi menjelajah Jawa. Kenapa menjelajah Jawa? Sebab rute yang ditempuh adalah Surabaya-Madura, Malang, Bromo, Batu, Jogjakarta dan juga melintasi 3 provinsi. Surabaya-Madura terletak di utara Jawa, Malang, Bromo, dan Batu terletak di tengah Jawa, dan Jogjakarta berada di selatan Jawa. Total jarak yang ditempuh mencapai 1500-an kilometer. Balik lagi, lima bus itu sudah diatur sesuai dengan kelasnya masing-masing. 

Jam 7 pagi, semua bus ini akhirnya berangkat. Berangkat pergi meninggalkan ibukota Jakarta. Akhirnya, perjalanan panjang ini akan dimulai. Rute pertama yang ditempuh adalah jalur pantai utara (pantura) Jawa. Semuanya langsung masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Namanya juga Jakarta, aneh kalau lancar jalannya. Begitu masuk tol, kendaraan kita langsung terkena macet hingga Gerbang Tol Cikarang Utama. Selepas itu kendaraan mulai melaju normal. Di Rest Area KM 57, kendaraan kami berhenti sejenak. Yap, sekedar melemaskan otot-otot dan mengosongkan kandung kemih yang sudah penuh sepanjang perjalanan yang baru berjalan 1 jam. Tapi ada juga yang mencari makanan ringan untuk di perjalanan, sampai foto selfie bareng hahahaha.

Sekitar 1 jam istirahat, perjalanan kembali dilanjutkan. Manusia-manusia yang tadinya semangat nyanyi-nyanyi, sekarang mulai menguap. Yang sedari tadi ketawa-ketiwi, sekarang mulai merem-melek matanya. Ya, sebagian peserta mulai tertidur di jalan. Pas melewati jalanan rusak, semuanya bangun lagi hahahaha. Akhirnya 2 jam perjalanan lewat, sampai juga di Jalur Pantura, jalur yang ramai dibicarakan setiap jelang lebaran. Perjalanan di pantura sudah bisa diprediksi. Yap, macet. Maklum jelang lebaran, jalanan diperbaiki semuanya. Sekiranya jam 12, bus kami semua melipir di Rumah Makan Pringsewu, Indramayu. Waktu makan siang dan sholat telah tiba, semua peserta langsung mengambil posisi masing-masing. Sekitar satu jam istirahat, semua masuk lagi ke bus dan perjalanan lanjut lagi.

Jam setengah lima sore, semua bus sudah tiba di Jalan Tol Palimanan-Kanci. Kita sempat istirahat sejenak di salah satu rest area disana. Sekitar 20 menitan, bus lanjut jalan masuk ke Tol Kanci-Pejagan dan akhirnya tiba di Jawa Tengah. Perjalanan di Jawa Tengah ternyata sama saja. Perbaikan jalan dimana-mana, walhasil macet pun terjadi berjam-jam. Mulai dari Brebes sampai jelang Alas Roban. Sekitar jam 12 malam, kendaraan kami semua telah tiba di Batang, Jawa Tengah. Mata sudah mulai meredup, semangat mulai luntur, ganti dengan lelah dan letih yang menjalar ke semua tubuh diiringi dinginnya AC bus. Semua peserta mulai tertidur hingga suara di bus mulai sunyi dan senyap. Perjalanan malam di bus pertama.


Ohiya, belum makan malam.




----------------------------------------------------------------------------



“Sebuah perjalanan, seribu kenangan, berjuta pengalaman” –@HamdiMK20

Homey! Thanks 14'15 buat 6hari 5malemnya!” –@Miaaaww

"Terima kasih 14'46 untuk 6hari 5malamnyaa! Unforgettable moment” –@maryameii


“Harus selalu bisa ambil pelajaran dari setiap kejadian. Secuil pelajaran dari 6 hari kemaren adalah bersyukur dan bersabar” -@ErvidaA

Bersatu Dukung Prabowo-Hatta!

Assalammualaikum Wr. Wb

sumber: @wotta_ID
          Sebagai admin Fauzan Bercerita, gue sudah menentukan siapa yang gue dukung dan pilih untuk Pemilihan Presiden Republik Indonesia, 9 Juli nanti. Untuk Pilpres 2014 nanti, gue mendukung pasangan nomor urut satu

H. PRABOWO SUBIANTO – Ir. H. M. HATTA RAJASA

          Gue mau mengajak semua pembaca untuk ikut bergabung untuk mendukung dan bagi yang punya hak pilih untuk memilih pasangan PRABOWO-HATTA. Banyak yang telah ikut bergabung untuk mendukung pasangan ini pada Pilpres 2014 nanti. 
                       
  • Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, mantan Ketua MK
  • Marzuki Alie, Ketua DPR RI
  • Pramono Edhie Wibowo, mantan KASAD
  • KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU
  • Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI
  • Habib Muchsin Alatas, Ketua Umum FPI
  • Habib Rizieq Syihab, mantan Ketua Umum FPI
  • H. Rhoma Irama, artis
  • Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC
  • Sandiaga S Uno, ekonom
  • La Nyalla Mattalitti, wakil Ketua Umum PSSI
  • George Toisutta, mantan KSAD
  • Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan Panglima TNI
  • Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, mantan Panglima TNI
  • Rachmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno
  • Ki Manteb Sudharsono, dalang dan budayawan
  • Didi Kempot, penyanyi dan budayawan
  • Biem Benjamin, politisi dan putra Benyamin Sueb
  • KH Abdullah Gymnastiar, ustadz
    sumber: @merahputihsatu
  • H.M. Arifin Ilham, ustadz
  • Ir. Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta
  • H. Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Ridwan Kamil, Wali kota Bandung
  • Dede Yusuf, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat
  • Ahmad Dhani, musisi
  • Anang Hermansyah, musisi
  • Rachel Maryam, anggota DPR RI
  • Komeng, seniman
  • Jaja Miharja, seniman
  • Camelia Malik, artis senior

Selain itu, PRABOWO – HATTA juga di dukung oleh beberapa organisasi dan kelompok masyarakat, diantaranya:

  • Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
  • Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
  • Front Pembela Islam
  • Majelis Dzikir Nurul Musthofa
  • Majelis Dzikir SBY Nurussalam
  • Badan Kontak Majelis Taklim
  • Forum Komunikasi Anak Betawi
  • Forum Betawi Rempug
  • Pemuda Pancasila
  • Forum Masyarakat Madura Betawi
  • Forum Pemuda Muslim Maluku
  • Kontak Tani Nelayan Indonesia
  • Himpunan Kerukunan Tani Indonesia
  • Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia
  • Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI Polri
  •   Fraksi Partai Demokrat DPR RI
  •   Komunitas Cinta Padang
  •   Komunitas Ibu Rumah Tangga Peduli Bangsa Jawa Barat
  •   Aliansi Mahasiswa Jogjakarta
  •   Surya Madani Indonesia
  •   Laskar Hary Tanoesoedibjo
  •   Pemuda Panca Marga
  •   Persatuan Artis Melayu Indonesia
  •   Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia
  •   Forum Aktivis ‘98
  •   Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia

Dan masih banyak lagi. Total sudah ada 600 ormas yang mendukung PRABOWO-HATTA
sumber: @merahputihsatu

Mereka semua bersatu mendukung PRABOWO-HATTA. Bagaimana dengan Anda? Mari bersatu wujudkan Indonesia Bangkit bersama PRABOWO-HATTA.

JANGAN LUPA!!!

RABU, 9 JULI 2014

sumber: @merahputihsatu


COBLOS NOMOR SATU, GARUDA MERAH

H. PRABOWO SUBIANTO

dan


Ir. H. MUHAMMAD HATTA RAJASA



Wassalammualaikum Wr. Wb 

Ramadhan 1435 Is Coming

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh


Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan:


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SHAUM
RAMADHAN 1435 HIJRIAH

Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan karunianya kepada kita semua.
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai pemenang di Hari Raya nanti.


Selain itu, semoga momentum Pemilihan Presiden nanti dapat berjalan dengan sukses, lancar, serta demokratis dan dapat menghasilkan pemimpin bangsa yang amanah, merakyat, melayani dan mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur



Sekian

Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

3000 Kilometer Part 6

           Assalammualaikum semuanya. Wah kembali lagi kita disini, di blog kebanggaan gue sendiri hehehe Fauzan Bercerita yang sudah berusia 5 tahun, yay!. Nah, ini masih dari serial 3000 Kilometer lagi nih. Sekarang udah masuk bagian keenam. Sekali lagi terimakasih sama semuanya yang udah baca dari bagian pertama sampai kelima, semoga menghibur dan menginspirasi ya. Nah penasaran sama bagian keenam? Bagian dimana gue dan keluarga harus meninggalkan Bali untuk kembali ke Jakarta. Well, check this out!

Rute yang Ditempuh dari Bali ke Situbondo

              Setelah hampir seminggu keliling Bali, akhirnya kita sekeluarga memutuskan untuk balik ke Jakarta lagi. Mungkin pada nanya, kenapa gak habis tahun baru aja? Karena ibu pengen tahun baru-an di Jakarta sambil dzikir di Masjid Agung At Tin. Simple. Yasudah karena itulah kita akhirnya balik lagi ke Jakarta. Kita bangun pagi-pagi sangat karena mau prepare balik ke Jakarta. Setelah rapi, kita langsung dah tuh berangkat. Kemana? Ke Sukowati. Lah ngapain? Ternyata oleh-olehnya kurang (maklum ibu-ibu). Walhasil kita kembali ngudak-ngudak Sukowati untuk beli sejumlah barang untuk dibawa pulang ke Jakarta. Kira-kira jam 10, kita langsung pergi dari Sukowati dan balik pulang ke Jakarta.

              Pas adzan Dzuhur berkumandang kendaraan Toyota Kijang ini sampai di SPBU di Tabanan, Bali. Mobil ini kudu minum premium dulu sebelum lanjut jalan lagi. Sekalian aja kita sekeluarga makan siang dan sholat Dzuhur Ashar di jama’ qashar supaya nanti dijalan tidak usah mampir-mampir lagi. Perjalanan pulang lumayan lancar dan tidak ada kemacetan yang menghadang. Sesekali dijalan kami melihat serombongan umat Hindu tengah melakukan ibadah di pura. Mulai masuk Jembrana, komunitas muslim sudah mulai terlihat dengan adanya masjid-masjid dan lantunan-lantunan Al Qur’an sepanjang jalan. Belum lagi anak-anak yang nampaknya baru pulang dari pengajian.

              Awan gelap mulai mewarnai langit ketika kita sudah masuk Taman Nasional Bali Barat yang itu tandanya sudah semakin dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk. Niatannya sih mau nyebrang pas matahari masih ada, soalnya pas kemarin nyebrang ke Bali sudah tengah malam. Ya, mau liat kaya gimana sih Selat Bali itu. Apa mau dikata, pas sampai sana pas banget adzan Maghrib waktu Bali. Keadaan di pelabuhan sore itu nggak rame-rame banget dan mobil kita sendiri tidak perlu nunggu lama untuk masuk kapal. Jadi inget tanggal 25 Desember dini hari pas kita keluar kapal dari pelabuhan ini, dan sekarang 28 Desember kita masuk ke kapal untuk nyebrang lagi ke pulau terpadat di Indonesia, Jawa.

              Penyeberangan ini cuma menghabiskan waktu sekitar 30 – 60 menit. Tapi secara waktu nggak berubah, jamnya dikurangin 1 hehehe. Sampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi muncul rasa kangen sama Jawa (lebay). Suasana Jawa yang ramai dan penuh lampu langsung menyambut kita yang baru keluar dari kapal. Belum terlalu jauh dari pelabuhan, udah ketemu pasar malam. Karena udah lapar belum makan, perjalanan jadi nggak fokus. Soalnya sambil lirak-lirik kanan-kiri cari tukang nasi goreng. Ohiya, ini sudah di pantura lagi!. Setelah berjuang mencari tukang nasi goreng, akhirnya kita berhasil menemukannya. Kita makan nasi goreng di Situbondo. Untuk info aja, nasi gorengnya enak loh.

              Nah segitu dulu perjalanan kembalinya. Masih panjang perjalanan pulang sampai Jakarta. Eits, kita nggak langsung pulang ke Jakarta tapi mau dolanan ke Malang dulu. Kemana saja kita main di Malang dan ngapain aja? Makanya tunggu bagian ketujuh dari 3000 Kilometer ini ya. Terimakasih sudah liat dari bagian pertama sampai keenam ini ya. Bye!

Selamatkan Indonesia bersama PRABOWO-HATTA

Halo semuanya….
Kembali lagi di blog kesayangan ini hehehe…



Well, sebentar lagi kan kita bakal menyambut pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014. Pilpres tahun ini kan diikuti sama dua pasangan calon. Semuanya sudah tahu kan siapa yang gue dukung? Ya, pilpres 2014 kali ini gue dukung PRABOWO – HATTA. Mungkin readers bertanya-tanya, kenapa gue dukung Prabowo? Nih gue bakal kasih visi-misi PRABOWO – HATTA buat kalian semua. Semoga pilihan kalian sama nantinya kaya pilihan gue.

VISI
Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta bermartabat

                        MISI
I.  Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman, dan damai, bermartabat, demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 45
II. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi
III.    Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif, dan terampil

Nah, program kerja apa aja yang bakal diwujudkan sama pasangan Merah Putih ini? Nah, ini ada beberapa program kerja andalan PRABOWO – HATTA ketika menjabat nanti!

·         Peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia
·         Membuka 2 juta lapangan pekerjaan baru per tahun
·         Membangun dan mengembangan industri nasional khususnya transportasi
·         Melaksanakan reformasi perpajakan
·         Mengurangi pinjaman luar negeri dan mengelola utang pemerintah
·         Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan/keuangan syariah
·         Mendirikan Bank Tani dan Nelayan
·         Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh
·         Mengalokasikan APBN 1 milyar rupiah per desa per tahun
·         Mendirikan lembaga tabung Haji
·         Mencetak 2 juta hektar lahan baru
·         Mengurangi subsidi BBM khusus terhadap orang kaya
·         Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya Negara
·         Meningkatkan martabat dan kesejahteraan tenaga pendidik
·         Menjamin kesehatan gratis bagi rakyat miskin
·         Membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkoba
·         Mengembangkan rumah sakit modern tiap kota/kabupaten, memberikan jaminan sosial bagi fakir miskin, penyandang cacat, dan rakyat telantar
·         Menyediakan susu untuk anak-anak miskin di sekolah
·         Meningkatkan prestasi olahraga nasional
·         Membangun 3000 kilometer jalan nasional baru, dan 4000 kilometer rel kereta api
·         Memulai proses perencanaan pemindahan Ibukota
·         Menyediakan perumahan bagi 15 juta rakyat yang belum memiliki rumah
·         Mereboisasi 77 juta hektar hutan yang rusak
·         Melindungi rakyat dari diskriminasi
·         Menciptakan kepastian dan penegakkan hukum kepada seluruh rakyat Indonesia
·         Memberantas korupsi dan memperkuat KPK
·         Meningkatkan kesejahteraan TNI/Polri, PNS, veteran, dan pensiunan
·         Menempatkan 30% perempuan dalam jabatan menteri/setingkat menteri


Nah itulah kenapa yang buat gue mantap dukung PRABOWO – HATTA di Pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti. Semoga yang masih bingung mau pilih siapa, bisa dapat pencerahan untuk ikut milih PRABOWO – HATTA 9 Juli nanti. Insya Allah, pasangan ini mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik.

Jadi, sudah yakin dan mantap kan untuk memilih


H. PRABOWO SUBIANTO
Ir. H. MUHAMMAD HATTA RAJASA
           


Baiklah, kalau masih mau tahu apa selengkapnya dari visi-misi PRABOWO – HATTA, silahkan buka selamatkanindonesia.com. Semoga semua pembaca dapat memilih calon pemimpin bangsa yang tepat dan bukan berdasar pencitraan semata. 
Jangan lupa, 9 Juli 2014 hari Rabu. COBLOS NOMOR SATU GARUDA MERAH, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa!




Kunjungi: