Satu Kata


Ini hanya asal cerita.
Cerita tentang perjuangan.
Pengorbanan. Pelatihan. dan Kesabaran.

Berjuang setiap hari. 
Capek ya pasti. 
Berkorban waktu, energi, tenaga, fikiran.
Bosan ya pasti.

Entah kaya gimana rasa capeknya
Sudah nggak terhitung kayaknya seberapa banyak
kata lelah keluar.
Pengen cepat selesai. Kelar. 
Ditinggal begitu saja. 

Dan akhirnya.
Doa yang selalu diucap tiap saat
Mata yang terkantuk-kantuk tiap malam
Waktu yang habis kesana kesini buka buku 
Terbayar. 

Alhamdulillah


Ruang TV, bersama rintik hujan

172 Jam Keliling Jawa : Naik Bromo Bagian 2

Belum juga jam 6 pagi, matahari masih siap-siap beranjak, satu persatu dari rombongan mulai jalan mengarah ke gunung yang sudah dinantikan, Bromo. Kita ngelewatin lautan pasir yang segitu luasnya. Lautan pasir harus kita lewati kalau mau naik ke Bromonya. Jangan sangka lautan pasir ini udah ada di Bromo ya, karena bukan. Menurut perkiraan, lautan pasir ini sebenernya kawah dari Gunung Bromo purba. Wah kebayang nggak luasnya kaya gimana? Walaupun masih pagi, yang ngedaki sudah banyak. Wisatawan sudah mulai beranjak ke puncak Bromo. Ohiya disana juga ada layanan ojek kuda kalau gamau capek-capekan jalan kaki ke atas. Tapi daripada ngeluarin uang buat gituan, mending jalan hahahaha.

Ternyata setelah ngelewatin lautan pasir yang datar, lama-lama mulai menanjak jalannya. Kita sempet ngelewatin cekungan (yang gue prediksi aliran sungai). Lumayan dalam dan panjang cekungannya. Setelah nyebrangin itu ternyata medannya makin tinggi dan menanjak. Jalanannya juga gak datar, banyak cekungan cekungan ditengah jalannya. Pokoknya nggak gampang untuk sampai ke tangga ke puncak Bromonya. Disitu sebagian rombongan mulai tumbang karena capek dan juga nggak yakin bisa sampai ke atas. Akhirnya sampe juga kita di ujung dari pendakian awal. Hah pendakian awal? Iya, sebab habis itu baru kita naik anak tangga ke puncak Bromo.

Sebelum sampai di anak tangga pertama, Anita ternyata milih nggak ikut naik keatas. Disitu Anita nunggu sama beberapa temen-temen kelas gue. Nah, pas di anak tangga pertama gue naik bareng Mia. Pokoknya pas waktu itu pelan-pelan lah buat naik ke atas. Dari bawah yang diliat cuma tangga bersusun ke atas yang keliatannya banyak banget. Oke akhirnya gue dan banyak temen-temen yang lain mulai naik ke atas. Tentunya, gue bareng Mia. Ternyata, nggak gampang buat naik dari satu tangga ke tangga yang lain. Kita pokoknya udah nutup mulut+hidung pakai masker. Kenapa? Soalnya bau belerang dan asapnya ternyata mengarahnya kebawah. Lumayan capek, akhirnya sampai di sepertiga jalan.

Ceritanya di tengah jalan, lagi ada beberapa orang yang berhenti dan gue sama Mia juga udah capek. Akhirnya kita istirahat di pinggir tangga (ada tempatnya gitu). Setelah itu orang minggir, akhirnya gue lanjut lagi jalan ke atas. Sepenglihatan gue, udah tinggal sedikit lagi. Di sepanjang jalan, temen-temen tetep lanjut jalan plus ngasih support. Gue juga ngeliat beberapa guru diatas gue yang masih semangat ngedaki walaupun udah ngos-ngosan setengah mati. Akhirnya, di sisa sisa nafas dan capek yang berasa, sampai juga di puncak Bromo. Dan tahukah? Mia nggak ada. HAHAHAHAHAHA. Gue nggak tahu dah Mia ada dimana, lagipula kawah Bromo lebih menarik dilihat daripada Mia (sorry ya Mi :p)

Sekurang-kurangnya satu jam waktu yang diperlukan dari lautan pasir bawah sampai ke puncak alias kawah Bromo. Disitu sudah ada beberapa temen-temen yang sampai duluan. Nggak lama kemudian datang Bu Nesta, Bu Fero, Pak Martadi, dan Maam Lina. Khusus Maam Lina, doi usahanya niat. Bau belerang yang makin ke puncak makin menyengat, plus doi belum lama lahiran akhirnya sampai puncak juga. Di sepertiga jalan bahkan doi sampai nuang air minum ke maskernya, supaya masih ada “udara” yang bisa dan aman dihirup. Salut dah buat Maam Lina. Diujung tangga, gue juga lihat Adit yang masih usaha buat sampai ke puncak. Doi juga udah kembang kempis plus capek yang banget-banget naik tangga banyak itu. Btw, mitos kalau tangga Bromo itu susah dihitung cukup terbukti. Dari beberapa jawaban gue dan temen gue nggak ada yang ngasih angka sama. Selisih 1 lah, kurang 2 lah, lebih 2 lah, pokoknya ada ratusan deh.

Namanya baru pertama kali, udah gitu cakepnya Bromo yang luar biasa sayang dong kalau sampe puncak cuma sekedar ngelurusin kaki sama minum doang. Walhasil langsung lah kita semua foto-foto bareng. Foto sendiri, berdua, bertiga, berenam, sampai beramai-ramai. Selfie kek atau apakek namanya. Di HP kek atau di kamera. Pokoknya diatas itu kita puas-puasin deh foto-foto. Ternyata dari atas Bromo bener-bener kelihatan segimana luasnya tuh kaldera. Tapi lama-lama, matahari mulai naik dan mulai panas dan ditambah lagi asap belerang yang baunya menyengat itu ternyata makin-makin parah kalau tambah siang. Akhirnya sekitar dua puluh menitan diatas, kita sudah harus turun kebawah. Lagipula, tujuan kita hari itu bukan cuma Bromo doang. Satu persatu tangga yang tadi kita naikin, mulai kita turunin lagi. Lebih cepat dari naik, tapi lebih ekstrim dari naik. Soalnya yang dilihat dari tangga hamparan kaldera luas yang rasanya kayak mau terjun. Turunnya harus pelan-pelan dan konsentrasi. Bengong-bengong, jatuh gelinding, berasa.

Akhirnya semua tangga turun sudah dilewati. Ternyata sampai di bawah ketemu sama rombongan yang milih untuk nggak ikutan naik sampai keatas. Mereka masih pada nungguin di titik awal tangga, walaupun ada juga di daerah landai dibawah. Yasudah karena kita sudah disuruh untuk cepet-cepet balik lagi ke Malang, gue dan beberapa yang lain langsung buru-buru turun kebawah. Ya sekitar 20 menitan lah untuk sampai ke kaldera bawah. Disana ada yang lagi asik-asik foto, ada juga yang lagi asik makan bakso malang. Dari aromanya sih enak, tapi sayangnya gue belom mood makan pas itu. Dan disitu juga, gue akhirnya ketemu Mia dengan senyum sinisnya hahahaha.

Setelah kelar ini itu, kita semua langsung disuruh kumpul ditempat mobil-mobil jeep parkir. Yap, kita harus balik lagi ke Malang. Akhirnya kelas gue milih untuk langsung kesana untuk foto kelas dulu. Ya sekitaran setengah jam buat nunggu semuanya kumpul dan akhirnya berfoto kelas. Foto kelas pun kelar, akhirnya kita semua langsung menuhin jeep-jeep yang sudah terparkir untuk segera ke RM. Bromo Asri untuk sarapan pagi dan kembali ke Malang. Berasa juga kan ya, jam 8 pagi belum sarapan.

----------------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah kelar” – @silmychania

Too speechless to describe, Too amazing to feel it by yourself. Thanks for 6nights 5days, 46!” – @gincuuw

“AKHINYAA!! Wohoo makasi banyak 5hari kebersamaan & seru2annya 14'46 dan makasih utk yg tersayang&tercinta bus 2!!! Gonna miss u guys!” – @shabuuun

“Home sweet home. Thank you 14’46 especially Decepticons4 and #GANTENG! Unforgettable trip…” - @rafiandra21

172 Jam Keliling Jawa : Naik Bromo Bagian 1

Ya, cerita kita berlanjut. Setelah ketunda lama karena kesibukan ini itu di SMA ya sekarang kita lanjutkan ceritanya. Akhirnya bagian yang penting dari cerita ini. Benar, mendaki Bromo. Gelap kelam menemani perjalanan kita dari hotel ke Probolinggo. Jarak Malang – Probolinggo yang cukup jauh ditambah suasana yang masih dingin bikin semua penumpang di bus kembali melanjutkan tidurnya yang terpotong karena harus bangun pagi buta. Termasuk gue yang ikutan meremin mata karena harus terganggu tidurnya. Tapi sebagian lagi masih ada yang asik ngobrol dan makan kecil.

Ternyata setelah tertidur cukup lama, kita sampai juga di RM. Bromo Asri yang letaknya di jalur pantura Probolinggo. Ditempat inilah, kita bakal berganti kendaraan dari bus besar ke bus kecil yang bakal membawa kita ke Gunung Bromo. Suasana masih gelap, tapi disana kondisinya ramai banget. Banyak wisatawan yang lagi bersiap untuk naik keatas. Kita pun kemudian baris untuk diatur soal kendaraan ke atas nanti. Tapi sebagian masih ada yang cari masker dan syal supaya nggak kedinginan diatas nanti. Setelah diatur segala rupa, akhirnya kita semua bergegas ke bus kecil kita masing-masing. Ohiya, kita semua dibagi-bagi dengan ketentuan 12 orang untuk satu bus kecil. Sebenarnya sih ini macem mobil tiga perempat alias elf gitu.

Kondisi jalan yang kecil dan suasana yang masih gelap menemani kita di sepanjang jalan menuju Bromo. Rasa was-was dan khawatir sempat kebayang, ketika lihat jam sudah hampir Subuh dan itu tandanya matahari sudah mau terbit. Semakin lama jalanannya semakin menanjak. Kanan kiri jalan mulai berubah dari yang tadinya rumah warga jadi tebing-tebing dan sawah yang berundak-undak. Suara suara Adzan mulai kedengeran di sepanjang jalan. Ya, itu tandanya sudah masuk waktu Shubuh dan matahari akan terbit. Sempat kecewa sih karena nggak bisa ngelihat matahari terbit di Bromo, but show must go on kita nikmatin aja pancaran matahari yang menembus bukit-bukit di sepanjang jalan.

Menjelang masuk wilayah Bromo, kita langsung berganti kendaraan lagi. Jadi setelah kita naik bus kecil, sekarang kita bertukar naik mobil jeep. Langsung aja gue naik jeep bareng Mia, Nathasya, Syahira, dan Raihan. Kenyataan bahwa Bromo itu dingin langsung berasa di sini. Walaupun udah melumpiakan diri sama jaket dan segala macamnya, tetap aja dinginnya berasa. Dan akhirnya jam setengah enam pagi, kita sampai juga di kaldera alias lautan pasir Gunung Bromo. Wah, rasanya macam kita menembus awan. Soalnya dari atas, kaldera ini tertutup kabut. Selepas kita sampai, hasrat untuk foto-foto pun tak bisa tertahan lagi. Karena rombongan yang banyak, kita perlu waktu buat nunggu semua jeep sampai di kaldera sebelum kita lanjut menaiki Bromo. Tapi kemudian, satu persatu mobil jeep parkir di kaldera dan menurunkan semua muatannya.

Akhirnya pendakian di Bromo dimulai!

----------------------------------------------------------------------------

“jauh-jauh ke madura cuma buat ss, 14 doang” – @Hashfi

“Homey! Thanks study tournya Decepticons4 & 14’46!!<333 span="">– @ashilaaa

“Alhamdulillah sampe rumah yaay. Makasi 14’2015 jalan2nyaa” – @ditaendah

“Nobody home good bangett. Tapi makasih 14’46 buat semuanyaaaa” @indierr


Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

Saya, Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan:



SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA
10 DZULHIJJAH 1435 HIJRIAH

Dengan momen Idul Adha, kita jadikan sarana untuk memperkuat tali silaturahim dan jiwa pengorbanan terhadap sesama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang Adil, Makmur, dan Sejahtera.



Sekian.

Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

DIRGAHAYU KE-69 REPUBLIK INDONESIA

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua
Salam MERDEKA!

Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan:


DIRGAHAYU KE-69 TAHUN
PROKLAMASI KEMERDEKAAN
REPUBLIK INDONESIA




DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945,
KITA DUKUNG SUKSESI KEPEMIMPINAN NASIONAL HASIL PEMILU 2014 DEMI KELANJUTAN PEMBANGUNAN MENUJU INDONESIA YANG MAKIN MAJU DAN SEJAHTERA



Sekian
Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

MERDEKA!!!

172 Jam Keliling Jawa : Manusia Bus Masuk Hotel

Kembali lagi nih. Yasudah kita lanjutkan saja ceritanya. Cerita terakhir adalah pas kita akhirnya sampai di Jembatan Suramadu. Ya, selepas dari nyebrangin Suramadu yang panjangnya 5 kilometer itu kita langsung jalan lagi. Ya maklum tujuan utama dari acara ini belum kesampaian. Jadi kita masih harus menempuh perjalanan lagi yang kira-kira sekitar 3 sampai 4 jam lagi dari Surabaya. Ternyata namanya kota besar, macet itu pasti selalu ada. Kita sempat kena macet sebelum masuk tol Surabaya-Gempol. Tapi selepas kita sampai di tol, keadaan jalanan mulai membaik. Di sepanjang jalan, situasi di bus ramai. Playlist di bus di setel, semuanya nyanyi-nyanyi, tapi ada juga yang asik ngobrol dan tidur *lirik Kiky*. Di sepanjang jalan, banyak view yang kita lewati. Seperti Masjid Nasional Al Akbar, masjid kebanggaannya Surabaya bahkan Jawa Timur. Lumpur Lapindo yang selama ini sebagian dari kita mungkin cuma lihat di televisi, akhirnya bisa ngelihat (tanggul) lumpur lapindo secara langsung hahahaha.

Sebenernya sih nggak tahu gimana kondisi di bus lain, tapi kadang pas papasan kondisi di bus lain nggak jauh beda. Ada yang enjoy sama teman sebangkunya, sampai enjoy melanglang buana di alam mimpinya. Tapi sebagian besar sih keliatan senang-senang dengan perjalanannya. Sebenarnya matahari sudah makin melipir mau terbenam, tapi kita belum makan siang. Ya lumayan berasa ya belum makan dari pagi tadi. Nah akhirnya kita serombongan sampai juga di RM Gempol Asri di wilayah Gempol, Sidoarjo (ralat kalau salah). Jam makan siang akhirnya tiba juga. Tapi karena mood makan belum ada, gue memilih sholat dulu baru makan. Pas kelar sholat, kacamata gue patah trus kacanya copot, yaudahlah. Singkatnya, kita semua pada makan deh disitu. Selesai makan, ternyata kita masih nunggu segala macemnya sebelum lanjut jalan lagi ke Malang. Nah, waktu itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk foto bareng. Mulai foto selfie sampai foto berjamaah pokoknya. Sekitaran nunggu satu jam, kita lanjut lagi jalan.

Tujuan kita seharusnya adalah Masjid Cheng Ho di Pandaan, Malang. Tapi karena satu, dua, tiga hal dan kondisi yang agaknya udah mulai malam akhirnya kita membatalkan tujuan itu. Tapi ditengah jalan, kita sempet dikasih tahu letak itu masjid. Kalau dari arah Surabaya, letaknya disebelah kanan jalan. Ya pokoknya intinya maghrib kita baru sampai di kota Malangnya, eh iya apa nggak ya. Ya pokoknya perjalanannya masih belum berakhir juga, padahal rasa capek dan hasrat untuk begini-begitu udah tidak tertahankan lagi. Akhirnya, sekitaran jam 7 kita sampai juga di hotel. Btw, ada 2 hotel yang disiapin karena jumlah pesertanya yang banyak gitudeh. Sempat ada masalah sedikit soal kamar, tapi yaudah akhirnya semua makan malam. Selepas makan malam, kita langsung buru-buru tidur karena besok amat pagi kita udah harus bangun untuk siap-siap hiking di Bromo. Ya, Bromo! Destinasi yang kita tunggu dari awal berangkat. Sesuai perintah ibunda, persiapan untuk daki besok gue siapin dulu sebelum tidur. Ohiya, gue tidur sama Raihan, Kiky, Yosef, dan Apid. Ya, kapan lagi sekamar sama ketua OSIS kan?

Suara rame di luar kamar berhasil membangunkan gue. Ternyata sudah ada Faza dan Anita diluar kamar dengan ekspresi sebel. Sebenernya sebelumnya udah bangun gara-gara alarm dan Kiky yang tidak tidur. Tapi ternyata ekspresi gue dan Raihan (bangunnya bareng) sama sama datar nanggapin semua itu. Baru pas warga diluar ramai, kita akhirnya bergegas dan segera pergi dari kamar. TERNYATA, para kaum hawa sudah bersiap di depan hotel untuk segera naik ke bus. Btw, bangun tidur gue menggigil karena suhu kamarnya dingin walhasil gue melumpiakan diri gue dengan segala pakaian. Akhirnya semua rombongan pergi menuju busnya masing-masing untuk segera berangkat ke Bromo. Dengan kondisi mata yang masih rada 3-5 watt dan anginnya yang semilir itu kita menunggu di dalam bus sampai akhirnya bus jalan juga. Dan….. saatnya Bromo!

----------------------------------------------------------------------------

“Paling the best itu suramadu doang emang” – @salmadcl

“Terimakasih 6 hari 5 malamnya 14’46!” – @krissyntP

“Akhirnya selesai juga jadi manusia bis :’) Alhamdulillah.” – @niadityamt

“touchdown at home… thanks a lot buat 14’46 dan juga anak” bis 2 huhuhu sebuah kenangan yg indah..”@A_jin_iprit

172 Jam Keliling Jawa : 30 Jam untuk 30 Menit

Kita sambung lagi cerita sebelumnya. Jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam saat semua bus tiba di RM Jawa Timur di Kendal, Jawa Tengah. Iya, kita mau makan malam. Makan yang kelewat malam sebenarnya. Setibanya disana, semua peserta langsung makan malam, istirahat, dan sholat. Sekitar 30 menit istirahat, semua rombongan langsung masuk lagi kedalam bus dan melanjutkan perjalanan memasuki kota Semarang. Kondisi di bus ramai sejenak selepas makan malam, namun lama kelamaan kondisi di bus mulai sepi kembali. Ada yang tidur di bus, tapi ada juga yang menonton streaming Piala Dunia. Karena gue tidur, gue tidak tahu apa yang terjadi kemudian di bus.

Tidak terasa, fajar menyongsong saat bus tiba di Rembang, kabupaten terakhir di Jawa Tengah sebelum memasuki Jawa Timur. Sekitar jam 6 pagi, semua kendaraan berhenti di beberapa masjid untuk menunaikan sholat Subuh. Selepas sholat Subuh seluruh kendaraan kembali bergerak melanjutkan perjalanan yang katanya masih panjang. Tak berapa lama, ternyata kita sudah menyeberang ke provinsi Jawa Timur. Eh ternyata di batas provinsi itulah, rumah makan untuk kita sarapan dan bersih-bersih berada. Setiba di rumah makan, semuanya langsung mengambil antrian untuk makan tapi ada juga yang langsung mandi atau sekedar sikat gigi dan cuci muka. Gue langsung ambil posisi untuk sarapan karena udah nggak ada antrian lagi. Karena gue risih kalau nggak mandi dan ternyata kamar mandinya lumayan bagus, gue memutuskan untuk mandi. Sekitar 1 jam berhenti, semua bus langsung jalan lagi ke Surabaya.

Ternyata untuk mencapai ke Surabaya memakan waktu yang nggak sebentar. Jalannya yang sempit, banyaknya kendaraan besar yang lewat, sampai perbaikan jalan menghambat perjalanan ke ibukota Jawa Timur ini. Situasi di bus di awal perjalanan masih ramai, soalnya semua masih semangat walaupun sadar kalau perjalanan masih jauh. Sekitar jam 11, kita istirahat sejenak di sebuah SPBU di Lamongan, Jawa Timur. Selepas istirahat, kita lanjut lagi perjalanan yang tinggal sebentar lagi ke Surabaya. Ternyata, nggak jauh dari tempat berhenti tadi, itulah akses masuk jalan tol ke pusat kota Surabaya. Namanya juga ibukota, ya jalanan macet mah udah biasa. Adzan Dzuhur dan jamaah sholat Jumat menyambut kita di kota Surabaya. Yap akhirnya kita tiba juga di Surabaya, tujuan pertama yang dinanti-nantikan dari awal berangkat. Muter-muter kota Surabaya sekitar satu jam, akhirnya tujuan pertama hadir didepan mata. Jembatan Nasional Suramadu. Jembatan atas laut terpanjang di Indonesia yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura.

Sekitar 15 menit kita nyeberang, tibalah di Pulau Madura. Pulau yang terkenal dengan lomba Karapan Sapinya ini. Disana kita cuma sekedar melihat-lihat toko oleh-oleh yang berjejer sepanjang keluaran jembatan Suramadu. Beberapa ada yang belanja, ada yang cari makanan ringan, pergi ke toilet, selebihnya santai-santai menunggu bus jalan lagi. Setelah semuanya selesai, perjalanan kembali dilanjutkan ke kota Batu dengan kembali memutar dan melintasi lagi Suramadu. Komentar pun sesaat bermunculan di bus.

“Jadi, 30 jam untuk 30 menit”


----------------------------------------------------------------------------

“6 hari-5 malam luar biasa! Terima kasih telah menjadi salah satu memori yang indah 14'46! #studytour46” –@alfnmk

makasihhh studytournya 14'46 dan khusunyaaa screnation&bis 2! you guys are irreplaceable” –@anggieatys

Akhirnya sampe,terimakasih 14'46” @nadanrjnh

“6hr5mlm thanks 14'46!” -@wildannky

Selamat Idul Fitri 1435 H

Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Salam Sejahtera bagi Kita semua

Saya Muhammad Fauzan Fakhrurrozi
admin Fauzan Bercerita mengucapkan


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1435 HIJRIAH

Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Semoga segala ibadah Ramadhan kita diterima dan mendapat balasan dari Allah SWT
Dengan momentum Idul Fitri ini, saatnya kita kembali perkuat ukhuwah kebersamaan diantara kita semua guna terciptanya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dengan momentum Idul Fitri pula lah, saatnya kita melupakan segala perbedaan dan perselisihan akibat Pemilihan Umum 2014 selama ini. Saatnya kita kembali menjadi bagian dari Bangsa ini untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan pemimpin-pemimpin baru agar terciptanya Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur


Sekian

Wassalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

172 Jam Keliling Jawa : Manusia Bus Hari 1

Ini adalah kisah perjalanan seratusan siswa sekolah menengah atas di Jakarta Timur yang hendak berlibur memanfaatkan momen sesudah Ujian Kenaikan Kelas sekaligus menunggu pembagian rapor dan libur akhir semester. Perjalanan yang sudah direncanakan berbulan-bulan dan sudah ditunggu-tunggu ini akhirnya datang juga. Penuh lika liku sampai akhirnya acara ini terselenggara. Akhirnya, 19-24 Juni waktu acara ini terselenggara.



Pagi hari, 19 Juni 2014 terdapat lima bus yang sudah parkir disekitar pool bus Primajasa sekaligus mulut jalan masuk ke SMA Negeri 14 Jakarta. Lima bus berlabel City Trans Utama ini yang akan mengangkut seratusan siswa+15 guru pergi menjelajah Jawa. Kenapa menjelajah Jawa? Sebab rute yang ditempuh adalah Surabaya-Madura, Malang, Bromo, Batu, Jogjakarta dan juga melintasi 3 provinsi. Surabaya-Madura terletak di utara Jawa, Malang, Bromo, dan Batu terletak di tengah Jawa, dan Jogjakarta berada di selatan Jawa. Total jarak yang ditempuh mencapai 1500-an kilometer. Balik lagi, lima bus itu sudah diatur sesuai dengan kelasnya masing-masing. 

Jam 7 pagi, semua bus ini akhirnya berangkat. Berangkat pergi meninggalkan ibukota Jakarta. Akhirnya, perjalanan panjang ini akan dimulai. Rute pertama yang ditempuh adalah jalur pantai utara (pantura) Jawa. Semuanya langsung masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Namanya juga Jakarta, aneh kalau lancar jalannya. Begitu masuk tol, kendaraan kita langsung terkena macet hingga Gerbang Tol Cikarang Utama. Selepas itu kendaraan mulai melaju normal. Di Rest Area KM 57, kendaraan kami berhenti sejenak. Yap, sekedar melemaskan otot-otot dan mengosongkan kandung kemih yang sudah penuh sepanjang perjalanan yang baru berjalan 1 jam. Tapi ada juga yang mencari makanan ringan untuk di perjalanan, sampai foto selfie bareng hahahaha.

Sekitar 1 jam istirahat, perjalanan kembali dilanjutkan. Manusia-manusia yang tadinya semangat nyanyi-nyanyi, sekarang mulai menguap. Yang sedari tadi ketawa-ketiwi, sekarang mulai merem-melek matanya. Ya, sebagian peserta mulai tertidur di jalan. Pas melewati jalanan rusak, semuanya bangun lagi hahahaha. Akhirnya 2 jam perjalanan lewat, sampai juga di Jalur Pantura, jalur yang ramai dibicarakan setiap jelang lebaran. Perjalanan di pantura sudah bisa diprediksi. Yap, macet. Maklum jelang lebaran, jalanan diperbaiki semuanya. Sekiranya jam 12, bus kami semua melipir di Rumah Makan Pringsewu, Indramayu. Waktu makan siang dan sholat telah tiba, semua peserta langsung mengambil posisi masing-masing. Sekitar satu jam istirahat, semua masuk lagi ke bus dan perjalanan lanjut lagi.

Jam setengah lima sore, semua bus sudah tiba di Jalan Tol Palimanan-Kanci. Kita sempat istirahat sejenak di salah satu rest area disana. Sekitar 20 menitan, bus lanjut jalan masuk ke Tol Kanci-Pejagan dan akhirnya tiba di Jawa Tengah. Perjalanan di Jawa Tengah ternyata sama saja. Perbaikan jalan dimana-mana, walhasil macet pun terjadi berjam-jam. Mulai dari Brebes sampai jelang Alas Roban. Sekitar jam 12 malam, kendaraan kami semua telah tiba di Batang, Jawa Tengah. Mata sudah mulai meredup, semangat mulai luntur, ganti dengan lelah dan letih yang menjalar ke semua tubuh diiringi dinginnya AC bus. Semua peserta mulai tertidur hingga suara di bus mulai sunyi dan senyap. Perjalanan malam di bus pertama.


Ohiya, belum makan malam.




----------------------------------------------------------------------------



“Sebuah perjalanan, seribu kenangan, berjuta pengalaman” –@HamdiMK20

Homey! Thanks 14'15 buat 6hari 5malemnya!” –@Miaaaww

"Terima kasih 14'46 untuk 6hari 5malamnyaa! Unforgettable moment” –@maryameii


“Harus selalu bisa ambil pelajaran dari setiap kejadian. Secuil pelajaran dari 6 hari kemaren adalah bersyukur dan bersabar” -@ErvidaA